Cara Menggunakan Adobe Premiere Pro CC (Tutorial untuk Pemula)

Cara Menggunakan Adobe Premiere Pro CC

Halo, pada tutorial kali ini, kamu akan dipandu bagaimana cara menggunakan software Adobe Premiere Pro CC untuk pemula. Tidak diragukan lagi bawah software Adobe Premiere Pro merupakan salah satu software yang powerful untuk mengedit video. Didukung dengan banyak fitur pengeditan video yang lengkap, seperti untuk crop video, color grading video, kompres video, membuat subtitle video, menambah preset effect video, preset transisi video, preset effect audio dan masih banyak lagi.

Akan tetapi, jika baru pertama kali menggunakan software ini, disarankan agar mengikuti panduan dari berbagai sumber agar bisa mengerti berbagai fitur edit video yang disediakan oleh Premiere Pro. Nah, artikel ini akan memandu kamu bagaimana memulai menggunakan Adobe Premiere Pro CC dengan tips dan trik dasar untuk pemula.

Langsung saja, untuk mengedit video di Adobe Premiere Pro CC, ikuti bagian-bagian panduannya di bawah ini. Kamu jgua bisa menonton videonya agar penjelasannya lebih jelas lagi dibarengi praktek bagaimana cara menggunakan Adobe Premiere Pro CC.

Bagian 1 – Memulai Project Pengeditan Video

Saat kamu baru membuka atau menjalankan Adobe Premiere Pro CC di PC atau laptop kamu, maka yang pertama kamu akan disuguhi kotak dialog Start dengan opsi memulai project baru atau membuka project yang sudah ada. Nah, untuk memulai project baru, klik New Project atau jika kamu ingin membuka file project, pilih Open Project lalu cari file project pengeditan video yang berekstensi prproj di drive penyimpanan komputer kamu. Setelah terbuka tinggal melanjutkan project pengeditan video.

Tapi jika kamu pilih opsi New Project, maka kotak dialog pengaturan New Project akan terbuka. Pada kotak dialog tersebut kamu perlu membuat nama project-nya dan menentukan dimana lokasi penyimpanan file project nantinya. Lebih jelasnya, berikut adalah rekomendasi pengaturan Start untuk pemula:

  • Name: Buat nama project yang akan kamu mulai.
  • Location: Tentukan lokasi drive dan folder dimana kamu akan menyimpan file project-nya.
  • Video: Timecode (Susunan atau pola preview klip video akan ditampilkan dengan format waktu)
  • Capture: DV (format perekaman standar/kualitas video standar atau Digital Video).

Setelah menentukan semua pengaturan di atas, klik OK. Maka Premiere Pro akan menampilkan ruang kerja pengeditan video dengan beberapa jendela atau panel pengaturan dan preview. Kotak-kotak pengaturannya bisa berubah tergantung opsi Panel (di atas layar preview) yang kamu buka. Secara default, Premiere Pro akan menampilkan jendela Editing saat baru membuat file project baru.

Pada bagian pojok kanan adalah Timeline, dan disamping kirinya ada panel Toolbar yang akan sering kamu gunakan untuk memilih atau mengedit klip dan media yang kamu tambahkan ke timeline tersebut. Nah, jika kamu ingin menambahkan atau membuka kotak pengaturan tertentu ke jendela Editing, klik menu Window di bagian atas, lalu pilih pengaturan yang ingin kamu tambahkan untuk membukanya ke jendela Editing.

Bagian 2 – Susunan Sequence dan Timeline pada Sebuah Project

Project pengeditan video pada Premiere Pro bisa disusun dengan beberapa Sequence yang terdiri dari timeline tersendiri. Dalam arti lain, setiap Sequence yang kamu tambahkan ke project memiliki timeline-nya sendiri. Dan di setiap kolom Sequence, timeline-nya juga bisa kamu isi klip atau media seperti klip video, audio ataupun grafik lain seperti gambar atau teks. Nah, kamu bisa menyusun semua jenis media tersebut di timeline-nya.

Pada tutorial ini, kita akan membuat satu Sequence saja dan menambahkan beberapa media ke timeline-nya. Untuk membuat Sequence baru, tekan tombol Ctrl dan N secara bersamaan. Maka kotak dialog pengaturan New Sequence akan terbuka. Di pengaturan New Sequence kamu bisa memilih salah satu preset pada opsi Sequence Presets untuk memilih  format video yang paling sesuai dengan keinginan kamu. Atau kamu juga bisa menggunakan opsi Settings untuk menentukan spesifikasi, resolusi dan ukuran video agar sesuai dan tepat seperti yang kamu inginkan.

Nah, pada dropdown Editing Mode di pengaturan Settings, kamu bisa memilih salah satu spek & resolusi video yang disediakan Premiere Pro, atau pilih Custom jika kamu ingin menyetingnya sendiri. Misalnya menyeting;

  • Timebase: menentukan framerate video (framerate/second).
  • Frime Size: menentukan ukuran tinggi (vertical) dan lebar (horizontal) video.
  • Sample Rate: menentukan ukuran Hertz (Hz) untuk hasil file audio-nya.

Jika sudah selesai menentukannya, klik OK. Maka timeline Sequence yang baru kamu edit tadi akan terbuka di panel pojok kanan.

Bagian 3 – Import Media ke Timeline

Nah, sekarang kamu sudah bisa menambahkan atau membuat media ke timeline untuk memulai produksi video. Kamu bisa seret file media video, audio atau gambar dari folder komputer kamu dan langsung menyusunnya ke timeline. Atau dengan cara membuka menu FileImport atau tekan Ctrl dan I secara bersamaan pada keyboard lalu memilih file-nya.

Panel Project

Semua media yang kamu Import akan terdaftar di panel Project tepatnya di bagian kiri bawah. Jadi, jika kamu ingin menyusun lagi atau menambahkan lagi suatu klip atau media ke timeline, tidak perlu meng-import nya lagi seperti tadi. Tinggal seret klip atau media-nya langsung dari panel Project ke timeline.

Preview Media (Source)

Nah, jika kamu klik gambar ikon kecil salah satu media jenis video atau gambar yang terdapat di panel Project, maka preview (tampilan) nya akan terlihat di kotak Source sebelah kiri atas pada jendela Editing. Tapi jika media-nya adalah audio, maka yang terlihat adalah bentuk gelombang suara-nya (waveform). Sedangkan jika media yang kamu klik ikonnya adalah file video yang disertai audio, kamu bisa memilih antara tampilan video-nya atau audio-nya dengan mengklik salah satu tombol tepat di bawah kotak Source.

Cara Mengekspor Tampilan Frame yang Terlihat di Preview

Untuk memainkan preview-nya, klik tombol playback berbentuk segitiga di bawah playhead (timing)-nya dan jika ingin berhenti pada frame tertentu, klik tombol pause berbentuk garis dua. Untuk menyeting kualitas preview-nya, klik drowpdown Select Playback Resolution dan pilih salah satu opsinya (Full, 1/4, 1/8, atau 1/16). Dan jika kamu ingin mengekspor (save) frame tersebut, klik tombol snapshot di bawah tombol playback pojok kanan. Maka kotak pengaturan Export Frame akan terbuka dan tentukan nama dan jenis file-nya. Tentukan lokasi penyimpanannya dengan mengklik tombol Browse pada kotak pengaturan Export Frame.

Bagian 4 – Mengatur dan Mengedit Media di Timeline

Semua media yang diatur di timeline disebut dengan klip. Klip berwarna biru adalah gabungan konten video dan audio yang tersinkron menjadi satu. Untuk klip berwarna hijau adalah konten audio. Jenis klip audio ada dua, yaitu klip audio jenis mono dengan tampilan waveform tunggal pada klip-nya, dan klip audio jenis stereo dengan tampilan waveform ganda pada klipnya. Dan klip berwarna ungu adalah konten video saja tanpa tersinkron ke konten audio.

Sedangkan klip berwarna pink adalah gambar atau teks. Timeline dibagi menjadi beberapa baris Track. Khusus untuk klip video, teks dan gambar, bisa kamu tempatkan di track bagian V1, V2, V3 dan seterusnya. Sedangkan khusus untuk klip audio bisa kamu tempatkan di track bagian A1, A2, A3 dan seterusnya.

Nah, untuk memudahkan kamu dalam melihat bagian atau keseluruhan timeline, berikut ini ada beberapa fungsi mouse atau shortcut keyboard yang bisa kamu gunakan agar pengeditan video lebih efisien dari segi waktu.

  • Roda Mouse: Untuk menggeser posisi timeline.
  • Tombol ALT + Roda Mouse: Untuk Zoom in atau Zoom out. Sangat berguna jika kamu ingin melihat keseluruhan timeline atau jika ingin lebih leluasa dalam pengeditan bagian kecil pada klip.

Preview Klip

Jika di Bagian 3 tadi ada preview media, di timeline, setiap klip juga terlihat preview klip-nya dalam tampilan kecil seukuran kotak klip-nya. Tapi preview klip khusus video hanya terlihat jika kamu perluas Baris Track-nya. Untuk memperluas baris track, tarik pembatas antara track di sebelah kiri timeline menggunakan mouse (ingat perbedaan antara Track dan Baris Track).

Playhead Timeline

Untuk memainkan project mulai dari titik waktu tertentu, gunakan playhead berbentuk garis biru yang melintangi bari-baris track. Geser playhead timeline tersebut ke titik waktu tertentu dan tekan tombol Spasi (Space) pada keyboard untuk memulai memainkan.

Jika kamu geser playhead tersebut secara perlahan menggunakan mouse, kamu bisa melihat tampilan frame demi frame yang terlihat pada preview project pada kotak layar sebelah kanan atas.

Posisi Klip di Timeline

Kamu bisa menggeser posisi klip di timeline menggunakan mouse untuk mengubah di baris track mana ingin kamu tempatkan dan di waktu ke berapa ingin kamu tampilkan. Jika kamu geser klip gabungan video dan audio yang tersinkron, keduanya akan bergeser secara bersamaan. Nah, jika kamu ingin agar klip gabungan video dan audio tersebut terpisah berdasarkan jenis media, klik kanan pada klip tersebut, dan pilih Unlink.

Jika posisi 2 klip video tompang tindih, maka yang terlihat adalah bagian yang paling atas, dan yang bagian klip yang dibawahnya yang terlihat hanya bagian yang tidak tertindih oleh klip diatasnya.

Kamu juga bisa menggeser atau mengedit beberapa klip secara bersamaan sekaligus dengan membloknya terlebih dahulu untuk melakukan pemilihan (seleksi), lalu mulai menggeser atau mengeditnya. Cara ini sangat hemat waktu saat kamu ingin melakukan penggeseran atau pengeditan dengan parameter yang sama terhadap beberapa klip ketimbang menggeser atau mengeditnya satu-per-satu. Klik bagian kosong pada timeline untuk menghentikan pemilihan klip.

Oke, sekarang ke hal yang sangat penting diingat jika ingin mahir Premiere Pro. Seandainya kamu ingin memroduksi video berdurasi panjang dan terdapat sangat banyak klip yang harus kamu cut, copy dan paste. Di bawah ini adalah beberapa trik dan shortcut keyboard yang berlaku di Premiere Pro CC dan paling sering digunakan agar pengaturan posisi klip di timeline lebih cepat dan sangat menghemat waktu. Antara lain:

  • Ctrl+X: Untuk cut klip.
  • Ctrl+C: Untuk meng-copy clip
  • Ctrl+V: Untuk paste klip. Catatan penting agar klip yang di paste tidak menimpa klip lain: jika kamu ingin paste sebuah klip ke timeline tepatnya pada baris track dan timing tertentu, terlebih dahulu, pada baris track diamana kamu ingin paste klip-nya, tekan tombol Toggle the Track Targetting (berlogo V1, V2, V2, dst) di samping tombol Toggle Sync Lock hingga tombolnya berubah warna menjadi biru, dan matikan tombol Toggle the Track Targetting pada baris-baris track yang lain. Lalu posisikan playhead timeline sesuai dengan timing dimana kamu ingin paste klip-nya. Lalu tekan tombol CTRL dan V secara bersamaaan.
  • Ctrl+Z: Untuk melakukan Undo. Saat pengeditan video sering terjadi kesalahan, jadi shortcut ini wajib kamu ingat agar saat terjadi kesalahan, langsung tekan Ctrl+Z untuk mengembalikan kondisi sebelumnya. Atau jika kamu tidak ingat kapan kesalahan kamu buat dan sudah terlanjur banyak pengeditan timeline, kamu bisa mencari dan mengembalikan kondisi sebelum terjadi kesalahan tersebut dengan mengakses jendela History pada dropdown di Toolbar.

Cara Cepat Mengatur Durasi Klip di Timeline

Jika kamu ingin mengatur durasi klip di timeline, ada 4 cara, antara lain:

  1. Drag atau geser ujung klip untuk memperpanjang atau memperpendek durasinya. Cara ini hanya berlaku untuk klip gambar dan teks.
  2. Melakukan Cut menggunanan Razor Tool (C) dan Delete (Ctrl+X) bagian klip yang tidak diperlukan. Cara ini berlaku untuk klip gambar dan teks tanpa syarat. Tapi untuk klip video, pastikan bagian potongan klip yang ingin kamu delete tidak kamu butuhkan lagi.
  3. Klik kanan pada klip dan pilih Speed/Duration lalu ubah durasi-nya. Cara ini berlaku pada klip gambar dan teks tanpa syarat. Tapi untuk klip video, motion (gerakan) di video-nya akan berubah juga kecepatannya. Sedangkan untuk klip audio, klik kanan pada klip-nya, pilih Speed/Duration, lalu centang Maintain Audio Pitch jika kamu ingin agar nada suaranya tidak berubah saat audionya diperlambat atau dipercepat.
  4. Aktifkan Rate Stretch Tool (R) dan drag atau tarik ujung klip untuk memperpanjang atau memperpendek durasinya. Cara ini berlaku untuk semua jenis klip. Tapi jika diterapkan pada klip audio, Pitch atau nadanya akan berubah, jika durasinya diperpendek maka nada suara audio akan menjadi lebih tinggi dan jika durainya diperpanjang maka nada suaranya akan menjadi lebih rendah.

Bagian 5 – Track Video dan Audio di Premiere Pro

Pada panel track video dan audio, terdapat tombol-tombol untuk mengatur konten yang ada di baris track nya. Di track video terdapat tombol dengan ikon bergambar mata. Fungsi ikon mata tersebut adalah untuk menyembunyikan dan menampilkan konten yang berada di baris track-nya. Sedangkan di track audio, terdapat tombol dengan ikon huruf M (Mute) yang berfungsi untuk membisukan konten yang berada di baris track-nya. Dan tombol dengan ikon huruf S (Solo) yang jika diaktifkan berfungsi agar yang terdengar hanya klip audio yang berada di barisnya. Sedangkan klip audio yang berada di baris track yang lain akan di-mute (dibisukan).

Di setiap track juga terdapat tombol dengan ikon gembok yang bermanfaat untuk mengunci konten agar memblokir tindakan modifikasi yang kita lakukan pada konten atau klip yang berada di barisnya. Dan jika tombol tersebut di unlock, baru kita bisa kembali memodifikasi setiap klip yang berada di barisnya.

Kamu juga bisa menambahkan track baru dengan mengklik kanan pada bagian kosong di panel Track dan pilih Add Track. Atau menghapus track beserta isi di keseluruhan barisnya, klik kanan di bagian kosong pada panel track dan pilih Delete Track.

Bagian 6 – Memantau Volume Audio pada Decibel Meter

Di bagian sebelah kanan Timeline terdapat monitor audio yang disebut dengan Decibel Meter. Jika saat kamu memutar klip audio decibel meter tersebut menunjukkan meteran volume suara berwarna hijau hingga kuning, berarti klip audio tersebut memiliki volume suara yang dianggap normal atau wajar.

Tapi jika menunjukkan meteran volume mencapai warna merah, artinya volume audio-nya melewati batas normal. Untuk mengatasinya, kurangi nilainya pada kotak Master Audio Track yang terdapat bagian paling bawah di panel Track.

Bagian 7 – Menambah Effect ke Klip Video dan Audio

Premiere Pro dilengkapi dengan berbagai preset effects yang bisa kamu tambahkan untuk mempercantik tampilan video atau membuat suara audio menjadi lebih menarik. Sebenarnya kamu juga bisa menciptakan effect buatanmu sendiri agar terlihat unik dengan ciri khas kamu. Misalnya seperti tutorial sebelumnya yang memandu bagaimana cara membuat effect text reveal atau cara membuat effect glitch pada video, dll.

Tapi pada tutorial ini hanya memandu bagaimana cara menggunakan pengaturan Effect Controls untuk membuat perubahan yang dasar-dasar saja pada klip. Dan juga cara menggunakan preset effects yang sudah disediakan oleh Premiere Pro CC. Jadi tinggal menambahkan effect nya saja ke klip video atau audio.

Pengaturan Effect Controls

Pada panel Effect Controls yang terdapat di bagian sebelah kiri atas, kamu bisa mengatur tampilan video dan efek audio. Jika kamu pilih atau klik klip video yang ada timeline dan membuka panel Effect Controls, disitu kamu bisa menyesuaikan beberapa pengaturan yang efek video. Yang mana diantaranya yang paling penting kamu kuasai adalah sebagai berikut:

  • Position: Untuk mengubah posisi tampilan video pada layar.
  • Scale: Untuk memperbesar atau memperkecil ukuran tampilan video pada layar.
  • Rotation: Memutar tampilan video pada layar.
  • Opacity: Untuk menentukan tingkat transparansi tampilan video pada layar.

Sedangkan jika kamu klik klip audio yang ada di timeline dan membuka panel Effect Controls, disitu kamu juga bisa menyesuaikan beberapa pengaturan efek audio. Yang mana diantaranya yang paling penting kamu kuasai adalah sebagai berikut:

  • Level: Untuk memperkecil atau memperbesar volume audio baik jenis mono ataupun stereo.
  • Left: Untuk mengatur volume kiri audio jenis stereo.
  • Right: Untuk mengatur volume kanan audio jenis stereo.
  • Balance: Untuk mengatur rasio perbandingan antara volume kanan dan kiri audio jenis stereo.

Effects

Jika kamu buka tab Effects, atau mengklik menu Window → Effects, kamu bisa melihat berbagai kelompok jenis preset Effects dengan ikon folder yang disediakan oleh Premiere Pro. Untuk menambahkannya ke klip, misalnya ingin menambahkan effect video Gaussian Blur, buka ikon folder Video Effects → Blur & Sharpen → Gaussian Blur. Lalu seret gaussian blur ke klip video yang ingin diberi effect tersebut. Dan untuk mengaturnya, bisa kamu lakukan di panel Effect Controls. Jika kamu menambahkan efek tertentu pada klip, maka klip tersebut akan diberi tanda dengan ikon huruf fx.

Menambah Tulisan ke Video

Untuk menambah tulisan ke video, kamu bisa menggunakan Type Tool (T) yang terdapat di toolbar disamping timeline. Klik Type Tool dan mulai ketikkan langsung di layar preview. Dengan demikian klip teks akan ditambahkan di atas klip yang lain tepat di titik waktu tertentu pada timeline. Untuk mengatur tulisan yang kamu buat tersebut, pilih klip teks-nya, lalu buka panel Effect Control untuk menyesuaikan teks berdasarkan ukuran, style, posisi, dll. Kamu juga bisa mengatur posisi, ukuran dan rotasi teks-nya langsung di layar preview.

Transisi

Efek transisi video berguna untuk mengubah gaya perpindahan tampilan antar klip video atau bisa juga hanya di bagian awal atau akhir klip video. Untuk menambahkan transisi video, buka jendela Effect, lalu buka folder Video Transitions → buka folder jenis transition → pilih salah satu preset transisi video, lalu seret dan tempel ke klip video-nya di timeline.

Sedangkan efek transisi audio berguna untuk mengubah volume pada saat perpindahan antar klip audio. Untuk menambahkan transisi audio ke klip, buka folder Audio Transitions → Buka folder jenis transisi-nya → pilih salah satu preset transisi audio, lalu dan tempel ke klip audio-nya di timeline.

Bagian 8 – Menyimpan Project Pengeditan Video dan Export Hasil Editan

Jika project pengeditan video sementara belum selesai, kamu bisa menyimpannya dalam format file prproj. Klik menu FileSave as → buat nama project-nya dan tentukan lokasi penyimpanannya pada komputer → klik Save. Double klik file prproj yang kamu buat tadi untuk melanjutkan project pengeditannya.

Tapi jika project pengeditan kamu sudah selesai dan ingin mengekspornya sebagai format file video, misalnya format MP4, terlebih dahulu kamu perlu render sequence-nya. Pada bagian atas di panel Timeline, pilih Sequence yang ingin kamu render. Lalu buka menu FileExportMedia. Maka kotak dialog Export Settings akan terbuka. Disitu kamu bisa melihat preview hasil editan video-nya di sebelah kiri, dan pengaturan format video di sebelah kiri.

Baca juga:

Nah, itulah tadi tutorial cara menggunakan Adobe Premiere Pro CC untuk pemula. Baca juga tutorial Premiere Pro lainnya di blog ini untuk meningkatkan keterampilan kamu dalam mengedit video.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *