Panduan color grading di Photoshop.

5 Cara Memanipulasi Warna di Photoshop — Tehnik Color Grading

Tidak jarang bloger atau desainer web perlu mengedit gambar sebelum merilis atau memostingnya ke blog atau website yang dikelolanya. Oleh karena itu, keterampilan menggunakan Photoshop sangat disarankan untuk dipelajari, terutama belajar color grading. Salah satu alasan mengapa Photoshop kurang ramah bagi desainer grafis pemula adalah karena banyaknya trik yang harus dipelajari. Di sisi lain, hal tersebut sebaliknya juga membuat Photoshop menjadi software edit gambar yang sangat bagus dan kaya akan fitur. Untuk menambah keterampilan kamu dalam menggunakan Photoshop, pelajari 5 cara memanipulasi warna di Photoshop pada artikel ini. Langsung saja kita simak apa saja tehnik color grading untuk mengedit warna di Photoshop.

Hampir semua tool atau tehnik color grading yang akan disebutkan di artikel ini dapat digunakan untuk tujuan yang sama. Yaitu untuk mengedit warna atau lebih umum disebut dengan color grading (grading warna). Perbedaan utamanya adalah cara kita menggunakannya sesuai dengan imajinasi dan kreatifitas kita. Dengan demikian, penjabarannya di artikel ini mengacu pada kontrol dan antarmuka too; di setiap tool yang dijelaskan. Seringkali tingkat kesulitan penggunaan kontrol tool memengaruhi cara dan kapan menggunakan tool tertentu.

1. Color Grading di Photoshop dengan Tehnik Painting

Tehnik color grading menggunakan cara painting (melukis), sangat direkomendasikan. Terutama bagi desainer grafis yang berjiwa seni tinggi. Caranya yaitu dengan melukis warna pada layer kosong menggunakan mode blend “Soft Light”. Dengan memberi layer sentuhan efek cahaya ringan, gambar aslinya tidak akan terpengaruh.

Ketimbang menambahkan warna yang baru, teknik color grading painting bisa kita gunakan untuk menonjolkan warna yang sudah ada. Seperti 2 layer teratas yang terlihat pada screenshot di atas, Kita bisa melakukan color grading yang berbeda antara bagian kiri dan kanan gambar. Misalnya memberi sentuhan blend mode Soft Light warna merah di kanan dan biru di kiri. Untuk membuatnya, kita bisa memilih warna yang ingin kita tambahkan menggunakan Color Picker Tool. Kemudian menambahkan sedikit saturasi dan menerapkan gradien ke masing-masing layer color grading secara terpisah. Kemudian, agar lebih maksimal, kita bis menggunakan “blend if” untuk memperhalus warna agar hasil editan gambar terlihat lebih alami.

2. Color Grading di Photoshop Menggunakan Tool Photo Filter

Memang kebanyakan desainer grafis jarang sekali menggunakan tool Photo Filter saat melakukan color grading di Photoshop. Walaupun demikian, tool Photoshop yang satu ini sangat berguna untuk menetralkan warna yang diberikan dan dapat digunakan secara kreatif dengan perpaduan cara-cara color grading yang lain.

Kita dapat memilih salah satu preset dari menu drop down pada tool Photo Filter atau memilih “Color” dan atau memilih preset milik kita sendiri. Setelah menemukan editan warna yang paling cocok menurut kamu, klik dua kali pada layer dan gunakan “blend if” untuk memperhalus area gambar yang akan menerapkan efek. Jika dijabarkan lebih detil mengenai cara menggunakan blend if di Photoshop tentu akan sangat panjang artikel ini. Penggunaan “blend if” biasanya untuk dodging and burning (memanipulasi eksposur di area tertentu pada gambar). Cara yang sama dapat diterapkan pada warna dan juga ke salah satu tool yang telah dibahas.

3. Color Grading di Photoshop dengan Mengatur Hue and Saturation

Tool Hue and Saturation di Photoshop dapat digunakan untuk mengoreksi atau menyatukan warna. Dengan kata lain. tool Hue and Saturation dapat digunakan saat mengedit warna apa pun pada gambar. Kalau dikupas secara mendetil teknik Hue and Saturation bisa jadi panjang. Tetapi pada dasarnya, pada tool ini, kita bisa memilih warna untuk diedit, menyempurnakan pilihan warna tersebut menggunakan penggeser (sloder) di bagian bawah panel, dan kemudian menyesuaikan warna menggunakan kontrol yang tersedia: Hue, Saturation, dan Lightness .

Biasanya Hue and Saturation digunakan sebagai cara cepat dan mudah untuk mengedit warna yang sudah ada sebelumnya. Dan bagus juga di digunakan dengan mask untuk mengubah warna tertentu secara drastis. Menggunakan tool Hue and Saturation sangat mudah karena dilengkapi dengan slider yang di bagian bawah. Kegunaan slider tersebut tidak bisa dianggap remeh. Karena slider Hue and Saturation sangat diperlukan untuk membuat perubahan warna agar lebih tepat sesuai keinginan. Terutama saat mengedit warna kulit di Photoshop.

4. Color Grading di Photoshop dengan Selective Color

Warna Selektif (Selective Color) adalah salah satu cara khusus untuk mendapatkan kontrol yang sangat presisi. Biasanya digunakan untuk mengoreksi pemberian warna dan juga color grading. Kontrolnya sangat mudah digunakan. Sebagai contoh, kita bisa menggunakan Selective Color untuk menghilangkan bayangan merah pada kabut. Hanya dengan menyesuaikan pengaturan di channel merah dan menggunakan mask, mengubah warna bisa dilakukan dalam hitungan detik.

Keunggulan tool Selective Color dibandingkan dengan cara color grading yang lain di Photoshop adalah kemudahan kontrolnya. Terasa jauh lebih mudah dalam gradasi warna. Cara gradasi warna dengan tool Hue and Saturation agak terlalu mendasar, karena itu lebih cocok untuk pengeditan lain seperti yang disebutkan di atas. Dengan mengklik drop-down warna, ada enam opsi warna yang bisa disesuaikan. termasuk juga highlight, shadow, dan mid-tone (putih, hitam, dan netral). Di masing-masing channel tersebut, kita bisa mengendalikan warna merah, hijau, biru (ditambah warna pelengkap) yang mungkin ditambahkan.

Walaupun kontrol Selective Color mudah digunakan dalam color grading, tidak bagus juga hanya bergantung pada cara ini setiap saat mengedit warna di Photoshop. Karena terlalu memakan waktu. Tapi saat kamu semakin terbiasa dengan tool Photoshop yang satu ini, kamu akan lebih menyadari keterbatasan nya dalam grading warna dan pekerjaan pengeditan warna seperti apa cocok menggunakan Selective Color. Ada saat-saat tertentu dimana color grading hanya bisa dilakukan menggunakan tool Selective Color. Tetapi jika ingin pengeditan warna yang lebih cepat dan akurasi tidak diutamakan color grading menggunakan tool Hue dan Saturation sangat direkomendasikan.

5. Color Grading di Photoshop Menggunakan Tool Curves and Levels

Cara color grading di Photoshop yang paling dusukai kebanyakan pengguna Photoshop adalah menggunakan tool Curves and Levels. Akan tetapi, karena populernya tehnik color grading menggunakan tool ini, tidak sedikit juga yang tidak mengetahui cara color grading yang lain. Antarmuka tool Curves and Levels sangat berbeda dibandingkan tool color grading yang lain di Photoshop. Tool ini dilengkapi dengan kontrol pengaturan tata letak kurva warna.

Mengenai gambar screenshot di atas, artikel ini akan menjelaskannya dari atas ke bawah. Panah pertama adalah pilihan channel. Klik menu drop-down tersebut untuk mengedit warna merah, hijau, atau juga biru. Dengan memindahkan garis kurva ke atas akan menambahkan warna yang sedang kamu kerjakan. Sedangkan memindahkan garis kurva ke bawah akan menambahkan warna yang berlawanan dengan warna. Misalnya, jika kita sedang mengerjakan warna biru, memindahkan garis ke bagian atas akan menambahkan tingkat biru-nya dan ke bawah akan menambahkan kuning.

Kemudian hal berikutnya yang harus kita pahami mengenai kurva pada tool ini adalah histogram. Yang mana sisi kanan menggambarkan sorotan (highlight) gambar yang sedang dikerjakan. Dan sisi kiri menunjukkan tingkat kegelapan. Sementara bagian tengah merupakan mid tones (corak tengah). Oleh karena itu, jika kita ingin menambahkan warna biru pada highlight, kita akan memindahkan garis ke atas kanan. Atau jika kita ingin menambahkan warna biru pada bayangan, kita pindahkan garisnya ke atas kiri.

Pada pandangan pertama, kontrol Curves and Levels memang tampak rumit dan perlu waktu agar terbiasa menggunakannya dalam color grading. Tetapi setelah memahami cara menggunakan tool Curves and Levels di Photoshop, kamu akan terbiasa dan lebih cepat dalam mengedit warna. Perbedaannya dengan tool Selective Color adalah pengeditan warna dilakukan pada Highlights (sorotan), Shadows (bayangan), dan Midtones (warna tengah). Kita tidak dapat memilih warna dan mengubah penampilannya di keseluruhan gambar yang diedit. Namun tidak ada yang salah dengan tool yang satu ini, dan jika memang harus menyempurnakan color grading, misalnya pada saat menggabungkan dua gambar yang berbeda, kita bisa melanjutkannya dengan menggunakan tool Selective Color. Meskipun begitu, kontrol tool Curves and Levels terbilang intuitif. Oleh karena itu, sangat disarankan mengutamakan tehnik gradasi warna Curves and Levels pada setiap tugas pengeditan warna.

Catatan Penutup Mengenai Tehnik Gradasi Warna di Photoshop

Seperti tehnik-tehnik color grading yang telah diuraikan di atas, sebenarnya banyak cara untuk membuat editan dengan hasil yang sama di Photoshop. Sesering mungkin, cobalah masing-masing tool dan cara yang direkomendasikan pada artikel ini. Dan seiring waktu, kamu akan mengetahui mana yang lebih kamu sukai dan mana yang lebih cocok digunakan untuk hasil editan gambar tertentu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *